Teman
yang tak pernah kujumpai, kau teman terbaiku.
Aku
merindukan mu teman, aku mnerindukan saat kita saling mengirim sms konyol. Kau lah orang pertama yang
mampu membuatku tersenyum setelah senyum itu pudar 5 tahun yang lau.
Kita
mengenal cukup lama, walaupun kita tak pernah berjumpa. Tapi aku percaya bahwa
kau seperti apa yang kupikirkan, aku percaya bahwa dirimu tidak bermuka dua.
Dan ku harap kau memikirkanku seperti itu.
Sekian
lama kita mengenal, sekitar 1 tahun 4 bulan lamanya kita berteman. Aku merasa
hubungan ini lebih dari teman. Sebenarnya, entah perasaanku saja, kau juga
berpikiran seperti itu. Tentang perasaan ini, selalu kupendam. Suatu saat aku
ingin mengutarakannya. Tapi aku terlalu pengecut untuk itu.
Dan
suatu hari, hari yang membuat semuanya berubah. Hari yang tak ingin aku ingat
kembali. Kamu mengatakannya, “aku
mencintaimu, aku tau seharusnya aku tidak mengatakannya, tapi aku tak bisa
menahannya, aku benar-benar mencintaimu. Maafkan aku, semuanya menjadi hancur
karena ku”. Mengapa kau mengatakan ini semua membuat pesahabatan kita
hancur. Aku juga mencintaimu. Mengapa kau tidak tanyakan itu? Kau membuat
semuanya seolah-olah salahmu.
Tapi
akhirnya, itu semua memang benar-benar sulit dilalui. Hubungan kita merenggang.
Seolah kita tak pernah kenal. Membuat moment-moment dulu menjadi kenangan yang
menyedihkan.
Sampai
pada akhirnya aku mendapat kabar, bahwa kamu telah pergi. Pergi meninggalkan dunia
ini. Aku menyesal telah membuat hubungan ini merenggang, aku menyesal tidak
lebih dulu mengutarakan perasaan ini. Dan moment-moment itupun seperti roll
film yang kembali memutar di otakku.
Bandung,
28 oktober 2013
Dimalam
yang hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No Bashing! ;)